Categories
Berita Terkini SMM Event Parenting

Highlight BINGKAI Vol.1: Tantangan Disiplin Positif, Membangun Self-Regulation Anak Mulai Dari Memahami Sumber Motivasi

Tahukah Ayah Bunda, bahwa sejak tanggal  28 November 2024, Sekolah Murid Merdeka (SMM) merilis inisiatif baru bernama BINGKAI Vol 1. Bincang SMM Bareng Keluarga Kita, sebuah acara yang mengusung konsep roadshow ke berbagai kota sesuai jangkauan lokasi hub SMM, berlangsung selama periode tahun ajaran 2024/2025.  

Acara ini adalah hasil kolaborasi dengan Keluarga Kita, untuk menciptakan BINGKAI sebagai komitmen SMM untuk memberikan dukungan kepada orang tua murid dalam memahami aspek-aspek penting dalam pengasuhan dan pendampingan anak di lingkungannya, termasuk keluarga dan dan sekolah. 

Bukan sekadar bincang biasa, tapi SMM juga melibatkan praktisi pendidikan sebagai narasumber inspiratif, di antaranya Ibu Najelaa Shihab sebagai Founder SMM, Radinka Qiera sebagai Co-founder SMM,  Yason Pranata sebagai Direktur SMM, dan pemateri dari Keluarga Kita sebagai praktisi dalam pengasuhan anak. 

Nah, melalui artikel ini kami ingin membagikan highlight acara yang sudah berlangsung kepada Ayah Bunda yang belum sempat menghadiri roadshow BINGKAI Vol.1 ini. Salah satunya, tentang penerapan disiplin positif dan pengembangan self-regulation untuk mendukung pertumbuhan anak, baik dalam keluarga maupun lingkungan sekolah.

Wah, seperti apa ya materinya? Mari kita simak sampai tuntas artikel ini. 

Tantangan Disiplin Positif pada Anak

Satu hal yang sebaiknya kita sepakati sejak awal adalah pemahaman dasar bahwa disiplin positif bukan hanya soal memberi aturan atau menghukum anak ketika berperilaku buruk. Lebih dari itu, disiplin positif berkaitan dengan pendekatan yang melibatkan empati kita sebagai pihak yang paling dekat dengan anak, pemahaman, serta pemberian contoh yang baik. 

Sayangnya, dalam praktiknya, masih sering kita jumpai secara langsung maupun dari media massa orang tua yang menghadapi tantangan bahkan kurang tepat dalam menerapkan disiplin positif. Mengapa ini bisa terjadi? Mengutip dari penjelasan yang disampaikan oleh narasumber BINGKAI Vol. 1, beberapa hambatan sering bermunculan seiring dengan pengasuhan anak, baik di rumah maupun sekolah, seperti:

  1. Kurangnya Pemahaman tentang Metode Disiplin Positif
    Tidak semua orang tua memahami konsep disiplin positif secara komprehensif. Esensinya, disiplin positif bukan berarti kita menerapkan hukuman untuk mengajarkan kedisiplinan kepada anak. Melainkan, cara kita untuk mengajarkan anak bertanggung jawab atas tindakan mereka sendiri, dengan tetap memberikan perhatian pada proses belajar dan perkembangan mereka.
  2. Kesabaran yang Terbatas
    Pengasuhan anak adalah proses panjang yang membutuhkan kesabaran, begitu pula dengan menerapkan disiplin positif sebagai salah satu bagiannya. Lumrah jika dalam prosesnya, kita menjumpai orang tua atau bahkan kita sendiri merasa atau mengeluarkan emosi negatif atas perilaku anak di luar ekspektasi kita sebagai orang tua.

Di sinilah peran kita sebagai orang tua diuji, bagaimana cara kita untuk mengelola emosi dan “menaikkan batas kesabaran” ketika menghadapi perubahan perilaku anak. Utamanya, dalam proses mengenal dan membangun karakter mereka. 

  1. Ekspektasi yang Terlalu Tinggi
    Seperti rahasia umum, kita masih sering menjumpai atau bahkan mengalami sendiri sebagai orang tua yang memiliki ekspektasi terlalu tinggi terhadap perubahan perilaku anak. Misalnya, berharap anak langsung bisa mengikuti aturan tanpa diberi kesempatan untuk belajar dari kesalahan. Padahal, pengembangan disiplin positif melibatkan pemberian ruang bagi anak untuk mengatasi kesalahan mereka dengan cara yang mendidik.
  2. Mispersepsi Anak terhadap Orang Tua
    Siapa yang mengira jika pendekatan reward kepada anak setelah menyelesaikan tanggung jawabnya juga terkadang bisa memicu mispersepsi. Jika dilakukan dalam tahap wajar, tentu ini tidak akan menjadi masalah. Namun, ketika porsinya sudah melebihi batas dan akhirnya membuat anak hanya mau mendengarkan atau menjalankan instruksi selama ada reward, tentu ini bukanlah metode pengasuhan bisa dilanjutkan begitu saja. 

Sebagai orang tua, kita perlu melakukan refleksi dan berbenah. Harapannya, kita bisa menanamkan motivasi internal dan konsep tanggung jawab pribadi kepada anak, tanpa iming-iming yang menjadi ketergantungan kurang baik untuk dampak jangka panjangnya. 

Coba absen dulu, di antara Ayah Bunda pembaca artikel ini, siapa yang pernah mengalami mispersepsi seperti yang disebutkan? Kalau Ayah Bunda salah satunya, pastikan untuk terus membaca artikel ini supaya bisa mendapatkan lesson learned atau solusi untuk mengatasi tantangan ini. 

Sumber Motivasi: Intrinsik vs. Ekstrinsik

Highlight kedua berkaitan dengan pengenalan sumber motivasi anak yang menjadi pemahaman dasar sebelum mempelajari prioritas maupun strategi yang dapat Ayah Bunda terapkan dalam rangka memberikan lingkungan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. 

Dalam pengasuhan dan pendidikan, motivasi anak menjadi kunci utama dalam proses belajar. Berikut adalah penjelasan dasarnya terkait klasifikasi motivasi anak. 

  1. Motivasi Intrinsik (Internal)
    Motivasi ini datang dari dalam diri anak, yang muncul ketika mereka melakukan sesuatu karena mereka benar-benar ingin melakukannya, bukan karena adanya paksaan atau hadiah dari luar. Anak dengan motivasi intrinsik cenderung lebih mandiri dan memiliki kontrol diri yang baik. Mereka belajar dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan dari proses itu sendiri. Motivasi inilah yang akan kita usahakan agar anak dapat memilikinya.
  2. Motivasi Ekstrinsik (Eksternal)
    Motivasi ekstrinsik bergantung pada faktor eksternal, seperti hadiah, pujian, ancaman bahkan hukuman. Ini adalah motivasi yang dipicu oleh sesuatu di luar diri anak, bukan karena mereka merasa tertarik pada aktivitas itu sendiri, yang tidak bisa kita gunkan terus menerus karena akan memberikan dampak buruk untuk jangka panjang. 
  3. Amotivasi (Tanpa Motivasi)
    Anak yang mengalami amotivasi tidak merasa tertarik atau memiliki alasan untuk melakukan suatu tindakan. Kondisi ini biasanya muncul ketika anak merasa tidak ada nilai dalam apa yang mereka lakukan. 

 

Motivasi Mana yang Harus Didahulukan?

Setelah paham tentang klasifikasi motivasi, muncul pertanyaan berikutnya. Manakah yang harus kita dahulukan untuk memberikan pengasuhan terbaik bagi anak? 

Coba kita tarik ke belakang sebentar, tentang miskonsepsi yang sering muncul. Adanya anggapan bahwa motivasi eksternal diperlukan untuk memicu motivasi internal. Sehingga, tidak sedikit orang tua atau pendidik yang memberikan hadiah atau hukuman untuk memicu motivasi internal anak. 

Padahal, ada pendekatan yang lebih efektif, yaitu membantu anak menemukan makna dalam tindakan mereka, sehingga mereka dapat mengembangkan motivasi intrinsik yang kuat. Mengutip dari yang disampaikan pemateri pada BINGKAI Vol.1, 

“Anak-anak dari lahir sudah punya motivasi internal dan otonomi.” 

Artinya, pada dasarnya anak sudah memiliki dorongan untuk belajar dan berkembang, hanya saja mereka membutuhkan pendampingan dan bantuan kita sebagai orang tua untuk menguatkan dan mengarahkan motivasi intrinsik mereka, salah satunya melalui pembelajaran makna di setiap aktivitasnya. 

Baca juga: Self-Regulation: Kunci agar Anak Bisa Belajar Lebih Efektif 

Motivasi Eksternal, Sebuah Kontrol bagai Pedang Bermata Dua

Meskipun memberi hadiah atau motivasi eksternal kadang diperlukan dalam situasi tertentu, terlalu bergantung pada kontrol eksternal ini bisa memberikan dampak kurang baik. Anak yang terbiasa diberikan penghargaan eksternal cenderung menjadi tergantung pada pujian atau hadiah, dan kehilangan rasa kepuasan yang sejati dalam melakukan sesuatu. 

Ini juga bisa menurunkan kemampuan mereka untuk mengembangkan self-regulation, yaitu kemampuan untuk mengendalikan diri dan bertanggung jawab atas tindakan mereka. Sebagai contoh, memberi hadiah uang jika anak berhasil berpuasa sehari bisa jadi hanya menciptakan “zona takut,” di mana anak merasa terpaksa melakukan sesuatu hanya untuk mendapatkan hadiah, bukan karena merasa nilai dari tindakan tersebut. Hal ini justru menghalangi mereka untuk memahami proses belajar yang sesungguhnya.

Strategi Membangun Disiplin Positif yang Berkelanjutan

Sampailah kita di bagian memilih strategi yang tepat untuk membantu anak mengembangkan self-regulation dan disiplin positif yang berkelanjutan, Bu Najelaa Shihab bersama pemateri BINGKAI lainnya, sepakat bahwa ada banyak strategi yang bisa ktia coba, beberapa di antaranya seperti:

  1. Fokus pada Proses, Bukan Hasil
    Alih-alih hanya memfokuskan anak pada hasil akhir, seperti nilai ujian atau pencapaian lainnya, alangkah lebih baik jika kita memberikan perhatian pada proses belajar yang mereka jalani. Ini akan membantu anak untuk menghargai usaha mereka sendiri, bukan hanya hasil yang dicapai.
  2. Berikan Makna pada Pembelajaran
    Anak yang memahami nilai dari apa yang mereka pelajari cenderung lebih termotivasi untuk belajar. Oleh karena itu, penting bagi orang tua dan pendidik untuk membantu anak menemukan makna dalam setiap tugas atau kegiatan yang mereka lakukan.
  3. Bangun Kepercayaan Diri dan Komitmen
    Memberikan anak kesempatan untuk merasakan kepuasan dari pencapaian yang mereka raih dengan usaha sendiri. Ini dapat membangun rasa percaya diri dan komitmen mereka untuk terus belajar.

Dari BINGKAI Vol.1, Kita Belajar tentang …..

BINGKAI Vol.1 memberikan banyak insight dan pengalaman praktis dari praktisi serta orang tua yang telah mencoba menerapkan disiplin positif dalam pengasuhan mereka. Melalui sesi berbagi pengalaman ini, kami berharap Ayah Bunda dapat saling belajar tentang tantangan dan keberhasilan dalam mendampingi anak, serta mendapatkan inspirasi untuk terus menerapkan pendekatan yang lebih efektif dalam mendidik anak.

Sebagai penutup, Bu Najelaa Shihab kembali mengingatkan bahwa disiplin positif bukan hanya soal mengontrol perilaku anak, tetapi tentang membangun karakter yang mandiri dan bertanggung jawab. Harapannya, orang tua bisa menjadi teladan dan pendamping yang sabar, konsisten, dan penuh kasih dalam proses mendampingi anak.

Karena pada dasarnya disiplin positif adalah pendekatan yang berfokus terhadap pengembangan karakter anak, bukan hanya sekadar mengatur atau mengontrol perilaku mereka. Oleh sebab itu, mempelajari dan mempraktikkan teori ini juga bisa membantu anak untuk mengembangkan self-regulation yang baik, yang pada akhirnya akan mendukung pertumbuhan emosional dan sosial mereka dengan lebih baik. 

Categories
Berita Terkini SMM Event Terbaru

Sekolah Murid Merdeka di Edutech Asia 2022, Singapura

Pada akhir kuartal 2022 bertepatan dengan forum Edutech Asia 2022 di Singapura, Founder dari Sekolah Murid Merdeka, Ibu Najelaa Shihab menjadi salah satu panelis dalam diskusi mengenai pembelajaran masa depan. Pada forum ini tren mengenai pendidikan dibahas dalam kaitannya dengan pandemi dan digitalisasi. 

Kilas Balik Sekolah Murid Merdeka

Sekolah Murid Merdeka dibentuk pada akhir 2019 dengan meyakini metode belajar Sekolah Murid Merdeka sebagai “future of education” adalah blended/campuran. Perpaduan metode belajar tidak hanya antara online dan offline, namun juga synchronous dan asynchronous. Sekolah Murid Merdeka percaya bahwa pemerataan pendidikan dapat terjadi dengan bantuan teknologi dan kolaborasi antar sekolah, orangtua, murid dan industri. Pandemi pastinya membuat semua pemangku kepentingan dalam pendidikan kaget. Sekolah Murid Merdeka pun tak terkecuali, konsep Sekolah Murid Merdeka yang awalnya adalah blended/campuran, terpaksa berubah menjadi full online di Maret 2020 sampat beberapa waktu lalu akhirnya sudah dimungkinkan kegiatan tatap muka. Najelaa Shihab mengatakan beberapa poin penting terkait tren pendidikan:

 

  • Di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan anak untuk memegang kendali penuh pada pembelajarannya sangat terlihat berkembang. Sebelumnya bentuk pembelajaran yang lebih banyak satu arah dan jauh dari fleksibilitas seolah ‘mengungkung’ potensi anak.
  • Tren pada Education Technology Company yang sebelumnya hanya fokus pada “test preparation” kemudian mulai bergerak menjadi fokus pada jenjang yang lebih dini dan integrasi inovasi-inovasinya dengan pembelajaran dan sekolah. Tidak hanya berlomba dalam pembuatan konten yang menarik tapi juga berusaha menghadirkan pembelajaran yang bermakna yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang baik pada murid.
  • Transparansi pada pengalaman belajar anak yang membuat keterlibatan yang tepat dari orangtua dalam bersama-sama dengan guru dan sekolah untuk meningkatkan hasil belajar anak. Dengan kemudahan yang dihadirkan oleh teknologi dari mulai pekerjaan rumah maupun jadwal anak yang perlu diperhatikan, sampai kepada umpan balik langsung tidak hanya dari guru ke murid tapi juga sebaliknya.
  • Pembelajaran yang awalnya hanya mendobrak “when” melalui fleksibilitas self paced learning dan “where” melalui classroom without walls (anak bisa belajar di luar kelas atau sekolah), saat ini juga bergerak kepada “with who”. Umpan balik yang awalnya hanya dari guru untuk murid saat ini terlihat juga terbentuk antar murid. Murid juga saat ini mendapatkan akses untuk belajar melalui media-media yang ada. Fungsi guru pun kemudian bergerak menjadi fasilitator yang dapat menghadirkan ruang-ruang diskusi yang menyenangkan dan menantang bagi murid.

Pendapat Ahli Edutech

Beberapa poin menarik juga disampaikan oleh Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse, yang sudah cukup lama berkecimpung di pendidikan juga turut membangun sistem pendidikan di Singapura. Beliau mengatakan bahwa fase pertama dalam teknologi dalam pendidikan adalah membuat guru nyaman dengan penggunaan teknologi yang mempermudah administrasi. Guru kemudian bisa lebih fokus dalam pembelajaran dan memberikan sentuhan personalisasi yang lebih banyak bagi murid. Bentuk pembelajaran yang awalnya adalah hafalan dan ujian sudah jauh berubah menjadi pengalaman penggalian ide sampai refleksi. Teknologi perlu digaris bawahi dalam pendidikan fungsinya sebagai pendukung bagi pembelajaran yang tidak hanya fokus pada ujian namun meningkatkan versatility, agility & critical thinking.

Najelaa Shihab menyatakan mengenai value proposition atau kelebihan-kelebihan Sekolah Murid Merdeka sebagai sekolah yang berkembang pesat di saat pandemi dari sudut pandang orang tua. Kata kunci nya adalah fleksibilitas, setelah pandemi orang tua menjadi lebih terpapar dengan proses belajar anak di sekolah, sehingga sekarang keberadaan alternative school seperti SMM menjadi pilihan yang segar.

Sebagai ahli dalam penyediaan perangkat bagi pendidikan Emma Ou, Country Head ASUS mengatakan bahwa personalisasi bagi perangkat yang digunakan di sekolah pun menjadi sangat penting. Terutama saat kita bicara mengenai perangkat yang digunakan oleh murid-murid yang lebih muda issue mengenai durabilitas, reliabilitas maupun keamanan menjadi fungsi-fungsi atau fitur-fitur wajib yang perlu dihadirkan. Tren perangkat juga akan semakin terpersonalisasi dari segi desain yang lebih ramah untuk anak.

Kompetensi Guru di Sekolah Murid Merdeka

Pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan menarik mengenai kompetensi guru yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dari tren yang terus berubah. Berdasarkan pengalaman di Sekolah Murid Merdeka, kemampuan yang diperlukan paling banyak adalah “learning design” bagaimana guru dapat merangkai pembelajaran dengan berbagai pilihan aktivitas dan sumber yang bertebaran saat ini. Di Sekolah Murid Merdeka, terlihat bahwa kompetensi ini sangat berbeda pada pengalaman belajar “online” maupun “offline” sehingga untuk bisa menghadirkan integrasi yang mulus diperlukan latihan dan mental untuk selalu belajar pada setiap guru. Salah satu pengalaman menarik di Sekolah Murid Merdeka adalah nusantara time, sesi ini merupakan sesi 15-20 menit pembelajaran yang menghadirkan seluruh murid dan guru dari berbagai lokasi Hub Sekolah Murid Merdeka (saat ini telah ada 31 titik di seluruh Indonesia) saling bertegur sapa dan berdiskusi. Perasaan murid-murid sebagai bagian dari komunitas yang sangat besar dan beragam pun menjadi pengalaman yang luar biasa. Contoh paling nyata disebutkan Najelaa Shihab dalam forum ini, yaitu salah satu unit yang sering dihadirkan dalam pembelajaran di tingkat pra-sekolah atau SD awal yaitu “farm to table” begitu terasa perbedaannya dimana ada anak di kota besar yang membeli bahan makanan untuk memasak di rumah dengan murid-murid di desa yang bahan makanannya dipanen atau bahkan ditangkap. “Keberagaman yang hadir di SMM menghadirkan kualitas belajar yang belum pernah saya lihat sebelumnya” ujar Najelaa Shihab.

 

Panel : The Future of Learning is Digital

Rabu, 9 November 2022

Panelis : 

Najelaa Shihab, Founder Sekolah Murid Merdeka

Gaurava Yadav, Founder Indian Principals Network

Joh Liang Hee, CTO Sing-Ed Global Schoolhouse

Emma Ou, Country Head ASUS

Moderator :

Crispian Farrow, CIO EiM Global

Categories
Berita Terkini SMM Event Pendidikan Terbaru

Kelas Gratis Online dan Offline di Sekolah Murid Merdeka

Tren sekolah untuk anak di tahun 2023 dan berikutnya diperkirakan akan terus dipengaruhi oleh teknologi dan inovasi di dunia pendidikan. Salah satunya adalah tren pembelajaran yang dilakukan dengan konsep blended learning. 

Konsep Blended Learning

Blended learning adalah konsep yang mengkombinasikan pembelajaran dengan sistem daring dan tatap muka secara bergantian. Sehingga memberikan keuntungan bagi murid dan guru karena tetap mempertahankan interaksi sosial yang penting di dalam kelas, apalagi untuk pendidikan anak di jenjang PAUD/TK, hingga SD. 

Melalui blended learning, murid diberikan kemudahan untuk mengakses konten pembelajaran kapan dan di mana saja, sekaligus mengikuti pembelajaran tatap muka sesuai jadwal untuk mendapatkan dukungan dan bimbingan dari guru secara langsung.

Blended learning juga memungkinkan guru untuk mengembangkan kurikulum dan materi pembelajaran yang lebih fleksibel, serta menyediakan lebih banyak waktu untuk memberikan bimbingan dan dukungan individual kepada murid. 

Pertanyaannya, sekolah mana yang sudah menerapkan blended learning dengan baik di Indonesia?

Sekolah Murid Merdeka (SMM) adalah sekolah online blended learning terintegrasi teknologi digital pertama yang ada di Indonesia. SMM menjadi terobosan baru di dunia pendidikan karena mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dan daring membuat pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan dan bermakna.

SMM memiliki kurikulum berbasis kompetensi masa depan yang terintegrasi digital. Dengan profil pelajar yang merdeka belajar, merdeka berkolaborasi dan merdeka berkarya, murid dapat belajar secara fleksibel dan aktif terlibat dalam mengembangkan kompetensi masa depan. 

Sekolah Murid Merdeka menjadi solusi pendidikan terbaik untuk murid melalui pengalaman belajar yang seru dan menarik. Desain pembelajaran yang mengkombinasikan bahan ajar digital (seperti video pembelajaran dan games interaktif), juga learning kit non digital yang siap digunakan anak secara langsung, serta proyek akhir yang inovatif menambah pemahaman dan keterlibatan murid dalam pembelajaran.

Belajar di Sekolah Murid Merdeka

SMM mengadopsi metode pembelajaran secara blended learning dimana memberikan opsi bagi siswa untuk dapat belajar dengan efektif dengan memanfaatkan teknologi digital yang didesain menarik dan menyenangkan. Pembelajaran secara blended learning di SMM dirancang agar interaksi yang dibangun tidak hanya melalui pertemuan daring semata tetapi juga secara luring dengan memperhatikan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan bermakna bagi murid.

Pada pembelajaran daring, murid dapat mengeksplorasi berbagai aktivitas seperti kelas pertemuan secara virtual, pembelajaran melalui video, riset mandiri dalam menyelesaikan tugas, hingga aktivitas kerja kelompok. Pembelajaran daring adalah salah satu media yang bisa dipakai untuk mengenalkan teknologi kepada murid serta memberikan fleksibilitas proses pembelajaran yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja.

Sementara itu, pembelajaran luring dilakukan agar murid tidak kehilangan kesempatan untuk  berinteraksi sosial dan mendapatkan pembelajaran secara tatap muka. Melalui pembelajaran luring, murid bisa mendapatkan kesempatan melakukan praktik di lab sekolah, presentasi, pameran karya, dan kegiatan menyenangkan lainnya bersama teman belajar secara langsung. 

Harapannya, melalui blended learning ini, SMM dapat memberikan hal baru untuk pendidikan, yaitu membuat proses pembelajaran jadi terasa lebih menyenangkan dan bermakna, baik untuk murid maupun tenaga pengajar. 

Coba Kelas Gratis di SMM

Kabar baik buat Ayah dan Bunda, karena SMM punya kelas gratis yang bisa dicoba untuk pengalaman belajar baru buat anak melalui kelas trial. Di kelas ini anak akan mendapatkan banyak manfaat dan pengalaman dari belajar secara daring maupun luring, materi belajar berbasis project, dan masih banyak lagi keseruan lainnya hanya di SMM.

Pada sesi akhir kelas trial akan diumumkan kesempatan untuk memperoleh beasiswa eksklusif untuk mengakses pendidikan berkualitas dengan biaya super terjangkau bahkan gratis. Opsi lainnya adalah Ayah dan Bunda juga bisa memanfaatkan promo menarik dari SMM. Ada beasiswa untuk tahun ajaran baru, cara pengajuannya pun mudah, cukup mengisi formulirnya di sini. 

Sudah siap untuk bergabung?

Yuk langsung daftarkan anak untuk mengikuti kelas gratis melalui tautan ini. Dan dapatkan berbagai manfaat dengan mengikuti kelas trial yang dibuka dari jenjang PAUD sampai SMA. 

Sampai jumpa di kelas!

Categories
Berita Terkini SMM Event Hightlights

Sekolah Murid Merdeka Menyapa Jogjakarta!

           Setelah menyambangi Kota Malang pada Desember 2021 lalu, mengawali bulan Februari ini, Sekolah Murid Merdeka hadir di Jogjakarta. Kali ini, Ayah, Bunda, dan Kawan Murid yang tinggal di Jogjakarta dan sekitarnya dapat langsung datang ke Hartono Mall Jogjakarta untuk bertemu langsung dengan kakak-kakak dari SMM yang akan menjelaskan lebih lanjut mengenai hal-hal yang ingin Ayah Bunda ketahui. Sambil Ayah Bunda berkonsultasi dan lebih mengenal SMM, Kawan Murid juga dapat melakukan aktivitas seru di Pop Up Stand SMM.

         Tidak hanya Pop Up Stand, akan ada kegiatan seru lainnya yaitu Pop Up Hub SMM dan juga kegiatan Eksplorasi Murid Merdeka. Pop Up Hub adalah kegiatan kelas offline untuk umum serta murid SMM yang ingin merasakan pengalaman belajar offline yang seru, kreatif, dan inovatif bersama fasilitator kompeten SMM. Jadi untuk Kawan Murid yang ingin merasakan bagaimana mengikuti kelas offline di SMM, bisa daftar ke Pop Up Hub Jogjakarta di sini. Kemudian, kegiatan Eksplorasi Murid Merdeka adalah on ground activity yang mengusung beberapa kegiatan yaitu Tembok Murid Merdeka, Yoghurt Ekspresi, dan Hutan Ekspresi.

Founder SMM, Ibu Najelaa Shihab Hadir Saat Hari Pembukaan Pop Up Stand SMM

         Masing-masing dari tiga kegiatan tersebut hadir pada 31 Januari-13 Februari untuk Pop Up Stand, 4-6 Februari untuk Eksplorasi Murid Merdeka, dan 5&12 Februari untuk Pop Up Hub. Yuk ikuti keseruan rangkaian kegiatan seru SMM, jangan sampau ketinggalan ya Ayah Bunda!

Categories
Berita Terkini SMM Event Hightlights

Belajar Mengenal Bagian-Bagian Otak Menjadi Mudah Dan Menyenangkan Di Kelas Liburan SMM

     Tahukah kamu bahwa ada organ tubuh yang sangat penting? Amat penting hingga ia dapat mengatur bagaimana kita bergerak, berpikir bahkan merasakan sesuatu? Betul! Organ itu adalah otak. Kali ini, Kawan Murid diajak belajar tentang apa sih yang terjadi di otak dengan sederhana dan sambil bermain.

     Salah satu kegiatan di Kelas Liburan SD SMM kali ini mengusung tema “Mengenal Otak – Belajar Neurosains bersama Kak Kia”. Kegiatan ini dilaksanakan di SMM Hub Cilandak, Jakarta Selatan dan diikuti oleh 10 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Januari 2022 lalu.

     Mungkin masih banyak yang merasa asing dengan belajar bagian dan cara kerja otak manusia. Namun, pada kelas ini Kawan Murid belajar dengan cara yang menyenangkan. Kawan Murid belajar sambil membuat prakarya, sehingga dapat lebih memahami konsep, tidak hanya secara teori tentang otak yang bagi Kawan Murid masih sulit untuk dimengerti. Tujuan dari Kelas Liburan SMM adalah mengajak Kawan Murid mengisi waktu saat liburan, tapi juga tetap mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru yang menarik dan seru.

     Dengan segala keterbatasan kondisi di tengah pandemi, Kelas Liburan SMM dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah peserta, terutama mengingat kelas Mengenal Otak ini diadakan di dalam ruangan. Senangnya, semua berjalan lancar! See you in the next activities, Kawan Murid.

Kawan Murid Yang Mengikuti Kegiatan - Kelas Liburan SMM Mengenal Otak